Kualitas Dan Tren Sarung Tenun Etnis Meningkat Di 2014

Pernyataan bahwa kita harus mencintai lingkungan ternyata bisa menjadi inspirasi tren sarung tenun etnis songket dan busana muslim. Setidaknya itu yang ingin disampaikan produsen produk sarung asal pekalongan dan surabaya. Mengusung tema ‘Motif Sarung Etnis Indonesia’ dan diselingi dengan seminar seni perubahan cuaca, didukung oleh produsen sarung benzema yang menyuguhkan model sarung baru sesuai dengan musim.

“Belakangan ini ada banyak sekali anomali cuaca. Misalkan saja, beberapa waktu lalu, di Surabaya yang seharusnya sudah musim kemarau, tiba-tiba bisa hujan deras,” kata Direktur Pemasaran Strategis Benzema, Nabil dalam trend motif sarung yang digelar pada Rabu, 25 Juni 2014 lalu di The Hall ITC Depok.
harga-sarung-songket-jakarta

Itu sebabnya, Sarung Songket benzema mengusung tema tersebut. “Bukan berarti kami mensyukuri perubahan iklim itu, tapi kami ingin mengambil sisi lain dari hal-hal yang tidak biasa itu sebagai kekuatan motif,” kata Nabil. Bekerjasama dengan penata desain tekstil terkemuka Kiko, http://www.sarung123.com menawarkan 12 tampilan sarung tenun yang sesuai dengan jenis musim.

Koleksi produsen sarung songket etnis batik misalnya, yang terdiri dari Bel Tempo—yang berarti cuaca cerah—menunjukkan koleksi tenunan khas sunda panjang menjuntai dan bergelombang yang terlihat natural. Busana muslim para model diwarnai dengan pewarna copper tones dari produsen sarung atlas dan wadimor. Motif seperti itu tampaknya cocok untuk pergi ke mushola dengan suasana angin sepoi-sepoi di musim panas.
harga-sarung-atlas-murah

Lalu, ada juga tatanan motif sarung ala ‘musim hujan’ berupa garis yang lurus dan asimetri berwarna hitam. Sekilas, busana muslim para model menyerupai tokoh-tokoh manga Jepang. Koleksi yang lebih menarik justru muncul dalam koleksi haute couture, tim penata desain sarung samarinda Al ihwan membentuk motif sarung tenun yang menyerupai awan badai yang bergulung, mirip seperti awan kinton dalam komik Dragon Ball Z yang dikenal luas.

Belum cukup ekstrem, masih ada karya haute couture dalam seri Meteo Catasissiisi karya Kikon. Kali ini, sarung tenun model dibuat menyerupai api yang berkobar, seperti badai api pada kebakaran hutan di Sumatra. Untuk membuatnya, Kikon menaruh beberapa bola rotan, sebagai foundation dasar untuk mempermudah pembuatan motif tenun songket. “Harus dibuatkan struktur terlebih dahulu, biar mudah membentuknya,” kata dia.
jual-sarung-benzema-malay

Selain itu, Kikon juga merancang motif sarung ala tsunami. Dia membuat tren garis lurus yang ditata rapi, dan dibuat agak tinggi, dengan aksen bulat di bagian belakang kain sarung. Motif ini, sepintas mengingatkan para penonton dengan para pemain wayang orang Jawa dengan sasakan motif awan dan gunung yang menjulang.

Para penonton acara trend show ini juga diajak untuk merasakan langsung pengalaman show model sarung empat dimensi. Saat koleksi yang menggambarkan musim dingin misalkan, ada efek asap dan juga salju-saljuan yang muncul menimpa para penonton. “Ini pertama kalinya diadakan di Indonesia,” ujar Nabil.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s